Oleh Kavan Flavius - Pada 14 November 2019 di therichest.com


Motorola telah menghidupkan kembali Razr dan siap untuk memasuki pasar sebagai smartphone Android yang dapat dilipat dua. Perusahaan mengumumkan telah mengumumkan dan membenarkan kebocoran informasi yang meluas atas perangkat yang akan dibandrol sekitar 1.499 dolar AS ketika dirilis pada Januari 2020.

Razr lama sangat populer pada zamannya dan dapat dianggap sebagai salah satu model paling ikonik dari generasi ponsel. Motorola tetap mempertahankan tampilan umum ponsel tetapi telah mengganti tombol T9 dan LCD kecil dengan layar OLED plastik 6,2 inci yang dapat dilipat.

Ini bukan upaya pertama Motorola untuk mengembalikan Razr. Beberapa tahun yang lalu, sederetan ponsel Droid Razr generik beredar di pasaran, saat perusahaan itu hanya memberin nama yang ikonik pada gadget dalam upaya untuk menjerat pelanggan yang ingin bernostalgia. Merek itu adalah RAZR selama percobaan terakhir; kali ini sebenarnya semua huruf kecil (razr) tapi itu lebih dari sekedar nama merek ikonik dan dianggap sebagai pewaris yang layak dari model tahun 2004.

Tentu saja, kemajuan teknologi telah memberi banyak perbedaan sehingga operasi Razr yang baru sangat berbeda. Bagian bawah ponsel kini menjadi rumah bagi sensor sidik jari dan port pengisian daya USB.

Anda dapat melihat spesifikasi yang dibenamkan sepert di bawah ini:

- Prosesor Snapdragon 710
- RAM 6GB
- Penyimpanan internal 128GB
- Layar pOLED lipat 6,2 inci (2142 x 876)
- Tampilan Tampilan Cepat 2,7 inci (800 x 600)
- 16MP kamera menghadap ke depan, f / 1.7 dengan mode Night Vision
- Kamera internal 5MP
- Baterai 2510mAh
- USB-C
- eSIM
- Android 9 Pie
- Pembaca sidik jari

Razr baru tidak jauh lebih besar dari telepon modern saat dibuka sehingga mempunyai layar yang cukup luas untuk mengakomodasi interface baru.



Motorola mengklaim itu akan mampu bertahan sama seperti usia pakai rata-rata dari sebuah smartphone dan mengatakan mereka memiliki "kepercayaan penuh pada daya tahan tampilan Flex View" di tengah kekhawatiran atas fungsi lipat.

Masalah yang terjadi pada Samsung Galaxy Fold telah memberi banyak pelajaran bagi industri ponsel lipat di dunia, dan Motorola bekerjasama dengan Lenovo saat perancangan engsel untuk Razr baru, yang memberikan mereka keyakinan bisa bertahan.