#PUBLIC SPEAKING

Keharusan untuk berbicara di depan audience atau berpidato mungkin adalah sebuah mimpi buruk bagi sebagian kita, berkeringat dingin, suara bergetar dan muka terasa panas adalah “momen mengerikan” saat diminta tampil dan berbicara di depan audience. Padahal momen itu akan selalu ada, contohnya waktu kita sekolah diminta untuk tampil di depan kelas untuk memperkenalkan diri atau saat kita diminta untuk berbicara di depan atasan atau bawahan pada saat kita sudah masuk dunia kerja.

Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa mengendalikan diri dan menyampaikan semua pesan kita kepada audience dengan tenang dan jelas?

Bung Karno adalah salah satu pembicara paling hebat. Foto : istimewa

Di bawah adalah 9 hal yang bisa kita pelajari supaya kita mahir untuk berbicara di depan umum atau berpidato,

1. Berbicaralah dengan tempo sedikit lambat, 
saking gugupnya seringkali kita berbicara di depan audience dengan tempo yang cepat sehingga seringkali maksud dan tujuan pembicaraan tidak bisa ditangkap dengan baik. Hal yang wajar sebenarnya, karena saat kita berpidato, kita merasa cemas dan gugup dan akibatnya berbicara dengan cepat karena ingin segera menyelesaikan pidato kita, padahal mungkin saja masih banyak bahan atau informasi yang tertahan di kepala tidak tersampaikan dengan baik. Gunakan ini dalam pidato Anda sendiri; ketika Anda ingin membuat dampak atau memberi orang waktu untuk mempertimbangkan poin penting, cukup berhenti berbicara selama beberapa detik.
Usahakan kata yang diucapkan tidak lebih darai 140/menit, anda bisa melatihnya secara terue menerus untuk mendapatkan ritme bicara yang tepat. Meluangkan waktu untuk membuat jeda ini juga dapat membantu. Berbicara dalam tempo yang tidak terlalu cepat juga akan membuat anda menghindari kata-kata yangtidak perlu seperti eh, ehm atau kata lain yang mengganggu isi pidato.

2. Perhatikan bahasa tubuh atau body languange,
dimana ini sangat penting karena :
Sebagai komunikasi non verbal, dimana penampilan, cara berdiri, cara menggerakkan tangan akan memperkuat pesan yang ingin anda sampaikan.
Bahasa tubuh seringkali secara tidak kita sadari bisa merusak penampilan kita di depan audience, seperti terlalu sering memasukkan tangan ke dalam saku celana atau terlalu banyak mondar-mandir.
Sebagai referensi, hindarilah gerakan atau bahasa tubuh seperti,
Ø Berjalan mondar-mandir atau “berkeliaran” di panggung,
Ø Mengetuk-ngetukkan kaki,
Ø Menyentuh wajah atau rambut,
Ø Meremas-remas jari tangan,
Ø Bermain dengan saku, kerah atau bagian baju lain,
Ø Mempermainkan jam tangan atau perhiasan,
Ø Menggosok-gosok belakang kepala,
Ø Melihat slide terlalu sering,
Ø Mangayunkan lengan ke depan dan belakang.
Jika anda bisa mengurangi bahasa tubuh yang menunjukkan keguupan dan kegelisahan dan menggantinya dengan bahasa tubuh yang lebh meyakinkan dan terkesan dramatis, maka anda akan berhasil menarik perhatian audience dan otomatis isi pidato anda kan tersampaikan dengan baik.

3. Lakukan kontak mata, 
saat anda berpidato di atas panggung dan berbicara kepada semua audience. Sayangnya untuk para pembicara yang masih belum berpengalaman dan gugup, kontak mata biasanya hanya dilakukan pada sebagian audience. Jangan lagi lakukan hal seperti itu, pandanglah semua audience secara bergantian dan pastikan semua audience mendapat perhatian anda. Saya tahu ini akan menakutkan, anda sudah gugup untuk berada di atas panggung ditambah lagi harus memandang mereka semua..tentu hanya akan menambah kepanikan!!
Tapi jangan khawatir ada trik supaya anda tidak terlalu nervous yaitu arahkan pandanga anda di atas kepala orang-orang yang berdiri atau duduk di barisan belakang. Namun walaupun trik seringkali cukup berhasil, akan lebih baik jika anda tetap melakukan kontak mata secara langsug. Ini akan melatih mental anda untuk semakin tenang saat berpidato di panggung.

4. Berlatih, berlatih….dan berlatih.
Berlatih dan kuasailah materi yang akan disampaikan sebelum melangkah ke atas panggung. Ketika mulai berlatih tujuannya bukanlah supaya bisa berbicara dengan benar tetapi bagaimana sampai anda tidak bisa salah.
Kecemasan bisa membuat otak buntu tidak bisa diajak berfikir tetapi dengan menguasai materi dengan baik, bisa mengurangi efek buruk yang mungkin ditimbulkan di atas panggung. Selain itu adalah penguasaan materi dapat mengurangi rasa cemas dan meningkatkan rasa percaya diri di hadapan audience.

Tetapi mungkin ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa,
“Anda tidak perlu menghafal isi pidato anda”

Mungkin pendapat itu ada benarnya tapi tidak bisa dilakukan pada saat anda di awal-awal belajar untuk berpidato. Satu hal yang pasti adalah tidak perlu menulis semua isi pidato karena akan terdengar seperti membaca.

Untuk pemula anda bisa membuat kartu catatan poin-poin utama dan sedikit penjelasan dari poin-poin tersebut. Ini akan membantu supaya pidato anda tetap pada jalur yang direncanakan tidak melebar kemana-mana. Latihlah secara terus menerus hingga akhirnya akan terbentuk pola gambaran di dalam kepala anda tentang isi dan tujuan pidato anda. Setelah anda menguasai materi dan polanya sudah tersimpan di kepala, maka anda bisa melepaskan kartu catatan itu. Walaupun untuk situasi terburuk, saya menyarankan agar kartu catatan tersbut tetap anda bawa ke atas panggung.

5. Rekam saat anda berlatih, cara berlatih yang paling efesien adalah dengan membawa video kamera dan rekamlah saat latihan. Dengan melakukan ini, anda dapat menentukan dengan tepat kesalahan-kesalahan kecil yang bahkan tidak disadari  seperti melihat kembali ke slide, terlalu banyak mondar-mandir, berbicara terlalu cepat, dll.

6. Sadarilah bagaimana audience melihat anda, saya yakin dimanapun kita berpidato audience anda akan terbagi dua menjadi:
Pendukung yaitu orang yang peduli dengan anda, relate dengan topik yang disampaikan dan yang mengharapkan anda berhasil dalam pidato tersebut.
Orang yang bosan yaitu orang yang lebih senang berada ditempat lain dan fikirannya sedang mengawang-awang entah kemana dan apapun yang anda lakukan tidak akan banyak mempengaruhi mereka.

Tapi satu hal yang harus anda sadari bahwa tidak ada seorangpun dari kedua kelompok tersebut yang akan membenci anda lalu melempari anda dengan telur busuk…jangan kahwatir..hal itu tidak akan terjadi,
Anda harus sadari bahwa pendukung anda apapun yang terjadi, baik atau buruk, mereka akan selalu memaafkan, sedangkan orang-orang yang bosan..pendapatnya tidap perlu terlalu diperhatikan. Jadi anda tidak perlu terlalu cemas memikirkan reaksi orang yang sedang bosan.

Setelah selesai pidato anda dapat memperhatikan kritik dan saran yang konstruktif untuk pidato anda di masa yang akan datang.


7. Fokus pada topik dan bukan performa anda, pada saat anda menyusun materi pidato berfokuslah pada topik dan transformasi apa yang diinginkan pada audience anda. Dan secara menakjubkan hal ini akan sedikit mengurangi ketakutan saat anda fokus dan punya gambaran jelas apa yang ingin disampaikan kepada audience.
Sekali anda bisa melakukan ini maka anda tidak perlu lagi memikirkan aspek teknik - kontak mata atau bahasa tubuh -, ketika anda berfokus pada topik maka pidato anda menjadi semudah saat menjelaskan sesuatu kepada teman anda.

8. Buatlah kesan pertama yang bagus, sebelum anda melangkah ke atas panggung, pastikan anda berpakaian dengan baik, tidak memiliki potongan rambut yang aneh dan harus memancarkan aura kepercayaan diri. Ini penting karena orang membentuk kesan pertama sepersekian detik saat bertemu atau melihat seseorang dan kesan itu mempengaruhi semua penilaian di masa yang akan datang.

9. Tidak harus tampil sempurna, jadi anda tidak perlu coba-coba untuk tampil sempurna. Tidak ada yang bisa menyampaikan pidato dengan sempurna, bahkan jika anda berfikir begitu saat melihat pidato orang lain, jika ditanya mungkin saja orang itu dapat menunjukkan lima hal yang menurut mereka gagal disampaikan.
Perfeksionisme hanya akan membuat gelisah dan mematikan kreativitas, jadi sadarilah bahwa pidato anda tidak sempurna….dan itu tidak masalah!!!

Ada kutipan bagus dari penulis dan pembicara terkenal Scott Berkun,
“Saya tidak ingin menjadi sempurna. Saya ingin menjadi berguna, saya ingin menjadi baik dan saya ingin terdengar seperti saya sendiri”.

Ini adalah kualitas yang harus anda perjuangkan dengan pidato anda dan dengan apapun yang anda lakukan!!!

Jadi tariklah nafas, tenangka pikiran anda dan lupakan perfeksionisme.

Keluarlah dari kurungan, jadi diri sendiri dan milikilah panggung anda !!!