Tahun lalu sekitar 310 dari 100.000 orang di Amerika Serikat memulai bisnis mereka dan sebagian besar mereka memulainya berdasarkan kesempatan dan bukan atas kebutuhan.

Teknologi telah berkembang dengan sangat pesat dan memungkinkan untuk merubah ide menjadi sesuatu yang menghasilkan uang. Sayangnya banyak orang tidak memulainya padahal ini adalah sebuah kesempatan yang luar biasa.

Gambar istimewa : dynamicbusiness.com.au
   
1. Pilih ide yang sesuai dengan anda,
Kebanyakan orang merasa bahwa dia tahu apa yang dia kuasai dan biasanya itu salah. Itu adalah hal yang seringkali membuat para pengusaha gagal dalam membangun bisnis mereka. Banyak pengusaha tidak tahu mengapa mereka gagal, satu hal yang mereka lupakan adalah kita hanya bisa membangun bisnis di atas pondasi yang kuat. Jadi jangan pernah membangun bisnis di wilayah kelemahan anda!!!
Contoh :
Saya suka sepakbola tapi saya tida cukup bagus untuk bermain secara profesional. Jika saya mencoba mengejar sepakbola sebagai karir maka secara finansial saya akan gagal. Jadi saya tetap bermain basket sebagai hobi dan membangun bisnis yang datang secara alami kepada saya seperti public speaking, membuat video dan pemasaran online.

2. Ikuti trend,
Alasan lain dari kegagalan bisnis adalah banyak pengusaha baru yang mengabaikan trend. Misalnya saat ini media sosial sedang berkembang dengan sangat pesat dan banyak usaha-usaha kecil yang memanfaatkannya sebagai media promosi. Saat ini banyak anak muda yang meninggalkan bangku kuliah untuk menggeluti bisnis di media sosial. dimana itu adalah sebuah peluang bisnis bagi pengusaha baru.
Sebagai orang yang menguasai tentang pemasaran online maka ini adalah peluang bisnis bagi saya untuk menawarkan jasa “Bagaimana mengelola sosial media untuk usaha kecil”.
Melihat masalah sebagai peluang untuk membantu orang lain membangun bisnis mereka dan mendapat imbalan uang sesuai dengan proposi masalah yang diselesaikan.

3. Segera luncurkan produk anda,
“Good enough is perfect” (Cukup baik itu sempurna)
Filosopi ini berarti anda hanya perlu membuat prototipe barang yang cukup baik untuk diuji di pasar tidak harus sempurna. Kesalahan terbesar dari pengusaha pemula adalah membuat produk yang pasar tidak mau beli.
Dengan meluncurkan prototype, anda akan fokus pada produk yang orang lain mau bayar dengan cepat dan murah. Kecepatan peluncuran akan menghilangkan penundaan. Terlalu banyak menunda peluncuran produk karena menunggu kesempurnaan akan membuat pasar kehilangan minat dan proyek itu tidak akan pernah berhasil.
Ingat : “Good enough is perfect”

4. Kenali keinginan pelanggan,
Kita bisa belajar dari kasus Apple dan Kodak. Iphone terus berinovasi dan berevolusi dari permintaan pelanggan dan terus mendominasi pasar smartphone.
Sedangkan Kodak walaupun sudah dikenal lebih dari satu abad di bidang fotografi tapi mereka tidak merespon keinginan pasar digital dengan baik dan akhirnya bangkrut di tahun 2012.
Ketika berniat mengembangkan bisnis, jangan pernah jatu cinta kepada ide anda tapi buat ide tersebut untuk selalu berubah dan tingkatkan ide anda melalui test dan eksperimen. Kalau tidak, maka bisnis anda akan gagal!!!

5. Optimalkan harga produk anda,
Sebagian besar bisnis adalah salah dalam membuat struktur harga.
Dalam buku 'Smart Pricing”,' dua profesor Wharton menganalisis semua hal yang dapat Anda lakukan untuk dampak positif bagi bisnis Anda. Mengoptimalkan harga adalah yang pertama. Sebagian besar harga bisnis terlalu rendah atau tinggi.
Jika Anda mempelajari ekonomi, ini adalah studi tentang mengalokasikan sumber daya yang langka. Kecuali jika Anda seorang syekh Saudi, kebanyakan orang hanya memiliki jumlah uang terbatas.
Jadi, fokuslah pada pengujian harga yang berbeda untuk memastikan permintaan untuk penawaran Anda. Jika orang tidak akan membayar sepeser pun, tutup bisnis atau lakukan penghematan besar.

6. Skala promosi,
Untuk skala, Anda perlu dua hal: pemasaran bebas lalu menjadi viral dan iklan berbayar. Tetapi produk Anda harus baik agar strategi promosinya bisa berhasil.

Miliuner Charlie Munger berkata, 'Kamu tidak bisa memoles kotoran.' Beberapa orang mencoba mengiklankan ide kotoran. Itu tidak akan berhasil”.

Tapi Anda bisa memoles ide yang bagus. “Jika ide Anda bagus, gunakan beberapa kontroversi, humor, dan drama dalam pemasaran Anda untuk viralitas gratis.” 

7. Gunakan Mentor atau Pelatih,
Terlepas dari jenis bisnis yang Anda mulai, seorang mentor menjawab hal-hal yang tidak dapat Anda temukan online. Mereka akan memotong kurva belajar Anda bertahun-tahun. Pengalaman pribadi mereka menenangkan dan membimbing Anda.

“Ada tiga opsi saat dilatih: secara langsung (terbaik), online atau buku (termudah), atau tidak ada (hindari).


Disadur dari : www.entrepreneur.com