Sebuah pengakuan mengejutkan di buat oleh youtuber terkenal Reza “Arap” Oktovian di podcast yotubenya Deddy Corbuzier tentang ketidakpercayaannya kepada agama bahkan dia mengakui saat ini dia tidak beragama. Tentu suatu hal yang mengejutkan dimana secara kultur keluarganya cukup agamis (masih menurut Reza di podcast yang sama), bahkan nama depannya adalah “Muhammad” sebelum dia secara legal melepaskannya. Lebih lanjut Reza mengungkapkan bahwa kehidupan keras yang dialami sepanjang hidupnyalah yang membentuk Reza menjadi seperti sekarang. Lalu fenomena apa yang menyebabkan munculnya fenomena pada sebagian orang yang mulai tidak percaya kepada agama.

Reza Okovian (Foto istimewa antie.info)

 
Tentu ini sebuah fenomena yang menarik, dimana sebelumnya seorang standup comedian yaitu Coki Pardede di chanel youtube Deddy Corbuzier juga mengakui bahwa dia percaya Tuhan tapi tidak percaya agama dan lebih mempercayai cinta di atas agama.

What the hell it is?
Bukankah semua agama mengajarkan cinta dan kasih?

Coki Pardede (foto istimewa whiteboardjurnal.com)


Saya khawatir ini adalah fenomena gunung es, mungkin saja lebih banyak orang yang secara diam-diam memang sudah tidak percaya agama. Bahkan Coki lebih percaya bahwa cinta kasih itu berada di atas agama (love above religion). Apakah agama tidak berhasil menyampaikan pesan cinta kasih sehingga seorang Coki harus memisahkan cinta kasih dengan agama?

Apakah Reza & Coki saja yang mengalami degradasi kepercayaan kepada agama?
Saya koq yakin tidak ya, saya bahkan yakin ada puluhan, ratusan bahkan jutaan “Reza dan Coki” lain diluar sana yang belum atau tidak mau menyarakan keresahannya.

So, what the f* happen?

Ini sebuah kondisi yang tentu akan mempertanyakan fungsi dan peran dari para pemuka agama. Apakah para pemuka agama ini telah gagal mensosialisasikan atau “mengkampanyekan” ajaran suci agamanya ataukah ada “pesan” yang gagal tersampaikan?.

Dan you know what? Fenomena ini muncul dan disuarakan oleh Reza dan Coki yang secara umum teredukasi dengan baik dan kehidupan sosialnya berada dilingkungan yang besar kemungkinan juga well educated.

Lalu apakah fenomena ini hanya terjadi di lingkungan terdidik saja? Dan bagaimana dengan segmen sosial yang lain?

Only God knows the answers!!!