Setelah sebelumnya kita cukup amaze dengan harga kopi yang diolah dari e’e luwak yang bisa mencapai Rp. 10 juta/kg, sekarang ada lagi yang akan membuat kita lebih amaze lagi yaitu kopi yang diolah dari e’e gajah…ya gajah…dan harganya sangat mahal yaitu Rp. 1,4 juta/35g atau Rp. 40 juta/kg dengan kurs dollar Rp.14.000.

Bagaimana kopi yang sangat amazing bukan?
Lalu bagaimana proses pengolahan dan pembuatan kopi yang harga perkilonya bisa buat beli motor matic 3 unit ini?

Entah terinspirasi dari kopi luwak atau tidak, nyatanya perlu waktu riset sekitar sepuluh tahun untuk menemukan dan memproduksi kopi mahal ini. Kopi ini diberi nama Black Ivory Coffee dan dibuat melalui proses secara alami di provinsi Surin salah satu daerah terpencil di pedalaman Thailand. Biji kopi yang digunakan adalah jenis arabika Thailand yang ditanam di ketinggian 1500mdpl dan ingat gaesss…hanya bii kopi terbaik yang akan diproses.

Kemasan kopi 1,4juta/35g (gambar istimewa www.blackivorycoffe.com)

Selanjutnya, biji kopi dibawa ke Surin di mana setiap keluarga yang merawat gajah mencampurkan biji kopi dengan makanan favorit gajah. Contohnya dicampur : beras, pisang, dan asam. Kombinasi ini membantu memastikan bahwa gajah menikmati makanan ringan dan bahwa ada manfaat gizi tambahan. Setiap gajah memiliki resep pencampuran sendiri karena rasanya, sama seperti manusia, bersifat subjektif. Setelah pemberikan pakan kepada gajah, proses pencernaan akan dimulai dan ini bisa memakan waktu antara 12 hingga 72 jam tergantung pada jumlah makanan yang sudah ada di perut gajah.

Setelah diolah dalam perut gajah dan keluar dalam bentuk kotoran gajah lalu masing-masing biji kopi dipilih dan dibersihkan. Setelah dirasa bersih (tentu ada standard pembersihannya ya gaess…) biji kopi hasil olahan pabrik di perut gajah ini dikeringkan hingga mencapain persentase kelembaban tertentu. Biji Kopi kemudian dikupas dan disortir menggunakan mesin untuk mmeriksa kepadatan dan disortir secara manual tangan dan mata untuk memeriksa cacat fisik dan ukuran. Hanya ukuran terbesar yang dipilih untuk memastikan biji kopi terpanggang merata.

Selanjutnya, biji kopi hasil olahan perut gajah akan dipanggang, dikemas dalam kantong katup satu arah untuk memastikan kesegaran dan dikirim ke alamat pelanggan. Untuk memastikan kesegaran, Black Ivory Coffee memanggang sesuai pesanan dan tidak menyimpan kopi panggang.

Diperlukan sekitar 33 kilogram biji kopi untuk menghasilkan satu kilogram kopi mahal ini dan hasilnya adalah secangkir yang sangat khas dengan taste cokelat / coklat, rempah-rempah, (tembakau dan kulit), sedikit rumput dan ceri merah. Black Ivory Coffee tidak pahit dan sangat lembut, hampir seperti teh dalam kompleksitasnya.

Apakah dengan harga semahal itu worth it dengan kenikmaan yang didapat?? wallahualam…karena masalah rasa adalah subyektif tergantung selera masing-masing.

Jadi gimana gaesss…apakah anda terinspirasi untuk membuat Orange Cat Coffe atau Black Kebo Coffe? Kucing dan kerbau adalah hewan yang tdak terlalu sulit pemeliharaannya dibanding gajah...jadi why not tidak anda coba? 
Tapi saya tidak menyarankan anda untuk membuat kopi bekerjasama dengan macan atau harimau ya….that is too dangers!!!

Dewa..disadur dari www.blackivorycoffe.com